Menyingkap Musuh dalam Selimut dalam Dua Langkah

musuh dalam selimutSekarang pengertian musuh harus kita perluas ke musuh dalam selimut. Tidak hanya pada musuh yang terang-terangan menyerang kita. Tetapi mereka yang berada di dalam selimut pun harus kita perhatikan. Ini tidak lepas karena di zaman ini, sangat jarang mereka menampakkan hidungnya di depan kita. Tetapi pengaruhnya tetap sama merugikan.

Misalnya, teman kerja kamu. Dia sangat baik kepada kita. Lah, kok tiba-tiba dalam titik tertentu dia menyerang kita, dengan memfitnah. Bisa juga bawahan kamu, yang diam-diam dengan sifat rendah hati dan keramahannya mengincar kedudukan kamu.

Tentu saja, kamu tidak ingin menjadi bulan-bulanan. Kecuali, kamu dengan sukarela menyerahkan diri untuk sakit hati. Sebelum masuk dalam langkah, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu dimana peluang kita mengetahui kedok musuh.

Meski pun mereka berada dalam selimut, seberapa pun dia pandai menyembunyikan permusuhannya, seringkali di bawah sadar mereka telah menunjukkan tanda-tanda permusuhan. Karena itu, kita harus pandai-pandai menangkap sinyal yang dia keluarkan. Bagaimana menangkap sinyal itu, berikut dua langkah yang bisa kamu ambil:

Duduk santai dan baca tanda-tandanya

Coba kamu lihat orang-orang di sekitarmu. Semua orang saya sarankan. Sebab kita tidak ingin kecolongan, kan? Lalu tanyakan kepada diri kamu sendiri. Apakah sikap sahabat kamu terlalu berlebihan? Memuji dengan nada berlebihan bahkan kadang memalukan bagi kamu? Bagaimana hasrat dia untuk bertukar informasi rahasia?

Cobalah untuk mempercayai naluri, jika perilaku mereka tampak mencurigakan. Maka berhati-hatilah padanya. Mungkin saja tebakan kita keliru, tetapi itu lebih baik daripada kita hancur. Lebih baik berjaga-jaga ketimbang menunggu, bukan?

Aktif, dan singkap selimut mereka

Saya jadi ingat pepatah Cina, “Menyibakkan rumput untuk mengejutkan ular.” Dalam Alkitab, saya menemukan kisah tentang Daud yang mencurigai ayah mertuanya, yaitu Raja Saul. Yang diam-diam menginginkan kematiannya. Bagaimana cara Daud mencari tahu? Ia menceritakan kecurigaannya kepada Yonatan, putra Saul, yang menjadi sahabat dekatnya. Yonatan tidak percaya, maka Daud melakukan uji coba.

Ketika diharapkan hadir dalam suatu perjamuan, Daud secara sengaja tidak hadir. Dan Yonatan hadir untuk menggantikannya sambil menyampaikan alasan yang memadai namun tidak mendesak atas ketidakhadiran Daud tersebut. Ternyata benar, alasan tersebut menjadikan Saul marah dan berseru, “Cepat jemput dia—ia pantas mati!”

Uji coba Daud berhasil karena ketidakhadirannya bisa ditafsirkan dua sisi. Pertama ketidakhadiran Daud bisa berarti Daud mementingkan diri sendiri jika Saul mempunyai niat baik. Dan jika Saul diam-diam membencinya,  ketidakhadiran Daud dia anggap sebagai sikap kurang ajar.

Kesimpulan: Musuh di era ini jarang melakukan langkah terang-terangan kepada kamu. Agar kamu tidak menjadi korban naif. Sebaiknya bongkar kedok mereka dengan mengamati tanda-tanda yang mereka keluarkan dan bisa juga singkap dengan pancingan-pancingan.

About Syaiful Bahri

Seorang penulis lepas, telah menerbitkan artikel dan puisi di beberapa media cetak. Selain itu, dia adalah seorang mahasiswa.

Speak Your Mind

*

Partly powered by CleverPlugins.com