Kepada Pohon, Pohon Mangga

Kepada Pohon

 

September saja pohon-pohon kehabisan tarian,

daun-daun telah gugur sebelumnya,

bisa kucium baunya di taman ini.

(Seperti gadis kecil mencari boneka kesayangan)

yang lain dipungut angin atau terbakar,

haruskah ada burung berkicau di pucuknya?

 

Ketika daun-daun sudah mekar karena hujan

aku bernyanyi di antara gemerisik daun,

bumi pun berubah menjadi hijau muda,

tetapi tak seorang pun memperhatikan,

aku mencintai dan mengambilnya dalam lagu.

 

 

2011

Pohon Mangga

 

Menanam pohon mangga di halaman depan rumah.

Berapa waktu batangnya memanjang,

dan memiliki banyak cabang?  Dia telah dewasa,

daunnya gemerisik di atas kepala, menghalau

desis nafas matahari.

 

Kini aku pun kembali, Ayah, sudah pulang!

kita bisa duduk di bawahnya, kemudian berbincang.

membiarkannya meliuk bersama angin siang

sebab dia bukan hanya kenangan, tetapi juga

bagian dari masa depan.

 

2011

About Syaiful Bahri

Seorang penulis lepas, telah menerbitkan artikel dan puisi di beberapa media cetak. Selain itu, dia adalah seorang mahasiswa.

Speak Your Mind

*

Partly powered by CleverPlugins.com